Tampilkan postingan dengan label GA Sekolah Impian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GA Sekolah Impian. Tampilkan semua postingan

SEKOLAH IMPIANKU: HILANGKAN STRES SISWA DAN ORANGTUA

Ujian terberat bagi saya sebagai orangtua adalah jika anak menghadapi ujian baik itu ujian SMP, maupun SMA.  Saat itu ujian yang dihadapi sudah berbentuk Ujian Nasional  dan Ujian Sekolah.

Sebelum menghadapi  ke-dua ujian, sekolah telah mempersiapkan siswa-i  untuk mempersiapkan dirinya. Persiapan itu dalam bentuk belajar modul-modul dari ujian sebelumnya, dan semua bahan dari kelas I hingga Kelas III.  Luar biasanya banyaknya.  Waktu persiapannya adalah 3 bulan sebelum ujian. Setiap hari anak harus belajar 1 subjek dengan buku yang hampir 10 -12 buku (dari kelas 1 -3).  Total subjek untuk ujian sekolah (12 subjek + 1 untuk ketrampilan) dan untuk ujian nasional 6 subjek. Setiap kali melihat jumlah bukunya saya sudah ingin pingsan, apalagi anak yang harus belajar.

Setiap hari pulang sekolah , anak saya tak bisa istirahat.  Begitu  pulang , langsung belajar dan tanpa henti-hentinya. Bahkan untuk  dapat menguasai pelajaran yang tidak dapat dikuasainya, misalnya matematika, anak perlu pelajaran les .  Les  itu hampir 2-3 jam setelah pulang sekolah.  Istirahat hanya untuk makan malam saja.  Selesai makan malam, belajar lagi, hingga pukul 12.00 – 01.00.   Pukul 5 pagi harus bangun dan menyiapkan diri untuk berangkat ke sekolah pada pukul 6.10.

Phisik anak saya cukup gentar untuk menghadapi ujian itu, tapi mentalnya sering turun menjelang bosannya belajar dan belajar selama hampir 3 bulan.  Saya sebagai orangtua, hanya memberikan dukungan, motivasi dan doa agar dia tetap melanjutkan belajarnya.  Saya katakan ini hanya perjuangan terakhir (padahal perjuangan lain akan menanti).

Hampir tidak saya pahami mengapa  ujian sekolah dan ujian nasional diadakan dengan segala macam hiruk pikuk banyak bahan dan akhirnya menguap tanpa hasil ketika ujian telah selesai?

Pengalaman saya sendiri dulu tak seberat itu.  Untuk menempuh ujian akhir, hanya ada ujian sekolah saja.  Cukup belajar apa yang dipelajari selama 3 tahun dari tahun pertama hingga ketiga.  Tak perlu belajar dari bahan-bahan yang tak pernah diajarkan atau menambah dari bahan yang tak perlu dipelajari.

Menilik tujuan diadakan Ujian Nasional (UN) | Menurut Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 153/U/2003 Tentang Ujian Akhir Nasional Tahun Pelajaran 2003/2004 bahwa tujuan dan fungsi ujian nasional seperti yang tercantum dalam SK Mendiknas 153/U/2003 yaitu:
  • Tujuan Ujian Nasional (Pasal 2):
  • Mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik.
  • Mengukur mutu pendidikan di tingkat nasional, propinsi, kabupaten/kota, dan sekolah/madrasah.Mempertanggungjawabkan penyelenggaraan pendidikan secara nasional, propinsi, kabupaten/kota, sekolah/madrasah, dan kepada masyarakat.

Pemerintah memang sangat concern untuk menerapkan ujian nasional sejak 2013 dengan alasan agar standar kelulusan siswa untuk seluruh Indonesia itu akan sama.

Namun, keraguan saya sebagai ibu /orangtua bagaimana Ujian Nasional dapat dijadikan satu-satunya parameter/patokan untuk semua sekolah di seluruh Indonesia  , padahal kondisi sekolah, guru di satu daerah berbeda dengan daerah lain berbeda ( Jakarta  vs  Papua).

Akibatnya hanya suasana stres menghampiri seluruh siswa-siswi yang akan ujian nasional  Dampaknya ada yang bunuh diri, ada siswa/i mencoba melakukan hal-hal yang tak  baik seperti membeli  dan mencari soal-soal ujian, bahkan menyontek pada saat ujian.

Sistem Pendidikan di Indonesia:



Impian saya agar Menteri Pendidikan tidak lagi memaksakan untuk terus melanjutkan Ujian Nasional  dan menerapkan Kurikulum 2013 yang tak bermanfaat bagi siswa/i karena persiapannya sangat tidak matang (guru yang tak mempunyai kemampuan untuk mempelajari bagaimana menerapkan kurikulum itu kepada muridnya dan bahkan buku-buku kurikulum 2013 belum merata didistribusikan ke sekolah-sekolah).   Isi dari kurikulum itu masih berdasarkan :  Isi (content);  hafalan (memory).




Impian saya agar menerapkan Reformasi Pendidikan yang kuat dan sukses seperti yang dilakukan oleh Sistem Pendidikan di Finlandia yang terbaik di dunia dan menghasilkan test PISA yang tertinggi di dunia:


  • Guru yang profesional  untuk selalu melihat kelemahan dari anak-anak yang tidak dapat memahami materi .  Dukungan individual dan bantuan extra  Guru kepada murid diterapkan.
  • Intervensi awal:  Guru terus memonitor kelompok kecil dari murid yang diajarnya.  Jika ada masalah, segera dievaluasi, dibicarakan dengan mentor senior dan SEGERA diberikan solusinya.
  • Manfaat bagi siswa/i:   jumlah anak yang diajar dalam jumlah kecil sekitar 7/8 anak, anak yang pandai maupun tidak pandai dijakan dalam satu kelas,  tidak dibedakan anak yang kaya atau miskin, tetapi diperhatikan mana yang mendapat kesulitan.
  • Pendidikan yang khusus:   Tanpa pembayaran, tanpa transportasi karena letak sekolah dekat dengan rumah,  nutrisi yang terjamin selama di sekolah, musik sesuai dengan talenta.
  • Orangtua yang diberikan fasilitas dengan  buku-buku yang  mengajarkan bagaimana proses learning 
  • Isi dari kurikulum yang dikembangkan oleh guru dan terus dievalusi untuk pengembangan selanjutnya, berdasarkan pemikiran dan evaluasi dan solusi  bukan hanya semata-mata berdasarkan hafalan atau isi dari materi.
Indonesia tertinggal Kualitas Sumber daya Manusia yang menjadi Sumber daya yang menjadi kunci pertumbuhan berkelanjutan.  Ini saatnya kualitas manusia di Indonesia direformasi melalui pendidikan.

Tulisan ini diikut-sertakan dalam Lomba  GA:   "Sekolah Impian"




Sumber Referensi:


Read More
Share
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...