Tampilkan postingan dengan label BlogCOmpetitionTemukanSembuhkanPasienTB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BlogCOmpetitionTemukanSembuhkanPasienTB. Tampilkan semua postingan

RESISTANSI OBAT TB DAN CARA PENCEGAHANNYA

Tuberkulosis ( TB ) adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang menyebar dari orang ke orang melalui udara . TB biasanya mempengaruhi paru-paru , tetapi juga dapat mempengaruhi bagian lain dari tubuh , seperti otak , ginjal , atau tulang belakang . Dalam kebanyakan kasus , TB dapat diobati dan disembuhkan ; Namun , orang dengan TB dapat meninggal  jika mereka tidak mendapatkan pengobatan yang tepat .

Kadang-kadang bakteri TB menjadi resisten terhadap obat yang dipakai untuk mengobati TB . Ini berarti bahwa obat tidak bisa lagi digunakan untuk membunuh bakteri .

Mengapa obat yang digunakan oleh pasien TB menjadi resistan?
  • TB yang resistan terhadap obat dapat terjadi apabila obat yang dipakai untuk mengobati TB yang disalahgunakan atau tidak digunakan sesuai dengan standar peraturannya.

  • Apabila  pasien tidak menyelesaikan penuh pengobatan atau menuntaskan pengobatan.

  • Apabila dokter meresepkan pengobatan yang salah , dosis yang salah , atau  salah jangka-waktu untuk mengambil obat .

  •  Apabila  pasokan obat tidak selalu tersedia .
  • Apabila obat yang diberikan berkualitas buruk .

Resistan   terhadap obat dapat terjadi  pada pasien dengan ciri-ciri sebagai berikut ini :
  •      Tidak  mengambil obat TB secara teratur
  •      Tidak  mengambil semua obat TB.
  •      Pengembangan analisa penyakit TB  lebih lanjut, setelah dirawat untuk penyakit TB di masa lalu.
  •     Berasal dari daerah  di mana TB yang resistan terhadap obat adalah umum.
  •     Sering berinteraksi dengan menghabiskan waktu dengan seseorang diketahui memiliki Penyakit        TB   yang resistan terhadap obat.



CARA PENGOBATAN:

TB yang resistan terhadap obat tersebar dengan cara yang sama bahwa obat TB rentan tersebar . TB menular melalui udara dari satu orang ke orang lain . Bakteri TB dimasukkan ke udara ketika orang dengan penyakit TBC paru-paru atau tenggorokan batuk, bersin , berbicara , atau bernyanyi . Orang-orang terdekat dapat menghirup bakteri ini dan menjadi terinfeksi .

  1. Multidrug - resistant TB ( MDR TB ):
disebabkan oleh organisme yang resistan terhadap setidaknya isoniazid dan rifampisin , dua obat TB yang  paling ampuh . Obat ini digunakan untuk mengobati semua orang dengan penyakit TB .

      2. TB yang resistan terhadap obat secara luas ( TB-XDR )

Resistan terhadap obat secara luas TB ( XDR TB ) adalah jenis langka TB MDR yang resistan terhadap isoniazid dan rifampisin , ditambah fluorokuinolon apapun dan setidaknya salah satu dari tiga injeksi obat lini kedua ( yaitu , amikasin , kanamisin , atau kapreomisin ) .

Karena XDR TB resistan terhadap obat TB yang paling ampuh , pasien yang tersisa dengan pilihan pengobatan yang jauh kurang efektif .
XDR TB menjadi perhatian khusus bagi orang-orang dengan infeksi HIV atau kondisi lain yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh . Orang-orang ini lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit TB setelah mereka terinfeksi , dan juga memiliki risiko kematian lebih tinggi setelah mereka mengembangkan TB .
        3.    TB secara ekstensif Drug Resistant .

MEKANISME RESISTENSI OBAT TB:
Cara basil tuberkulum menjadi resistensi terhadap obat :
  •  Dinding sel M tuberculosis terdari dari lipid kompleks, fungsinya sebagai penghalang permeabilitas dan narkoba.
  • Obat memodifikasi & menonaktifkan enzim : The M. tuberculosis kode genom untuk enzim tertentu yang membuatnya resisten obat . Enzim biasanya phosphorylate , acetylate , atau adenilat senyawa obat .

  • Dalam sistem penghabisan obat, mutasi spontan dalam genom M tuberculosis dapat menimbulkan protein yang membuat resisten obat bakteri.  Ini tergantung pada kerja obat.

  •  Contoh dari hal ini adalah mutasi pada gen rpoB , yang mengkode subunit beta dari bakteri RNA Polymerase . Mutasi ini membuat basil tahan terhadap Rifampisin . TB Non - tahan sensitif terhadap Rifampisin karena obat ini mengikat ke subunit beta dari RNA Polymerase , dan karenanya mengganggu penerjemahan dan mulur . Ketika gen rpoB bermutasi , protein beta subunit yang dihasilkan memiliki asam amino yang berbeda , dan dengan demikian konformasi yang berbeda . Rifampicin dapat mengikat tidak lagi subunit beta dan mencegah terjemahan .

  • Mutasi lain membuat bakteri resisten terhadap obat lain . Sebagai contoh, ada banyak mutasi yang dapat membuat M. tuberculosis resisten terhadap Isoniazid . Mutasi yang menyebabkan resistensi INH telah diidentifikasi dalam gen target yang berbeda termasuk katG , Inha , ahpC dan gen lain yang masih harus dibentuk . Pengganti asam amino dalam situs NADH pengikatan InhA ternyata mengakibatkan resistensi INH dengan mencegah penghambatan biosintesis asam mycolic , yang menggunakan bakteri dalam dinding selnya. Mutasi pada gen katG menyebabkan enzim katalase peroksidase dapat mengkonversi INH bentuk biologis aktif . Oleh karena itu , INH tidak mampu mempengaruhi M. tuberculosis .

MDR-TB dapat menjadi resistan terhadap obat utama kelompok lini kedua: fluoroquinolones dan obat suntik. Ketika MDR-TB resistan terhadap setidaknya satu obat dari masing-masing kelompok, itu didefinisikan sebagai luas resistan terhadap obat TB (XDR-TB).



MENCEGAH OBAT RESISTAN TB:

Cara yang paling penting untuk mencegah penyebaran TB yang resistan terhadap obat adalah untuk mengambil semua obat TB persis seperti yang ditentukan oleh penyedia layanan kesehatan . Tidak ada dosis boleh dilewatkan dan pengobatan tidak boleh dihentikan lebih awal . Orang yang menerima pengobatan untuk penyakit TB harus memberitahu dokter mereka jika mereka mengalami kesulitan meminum obat .

Penyedia layanan kesehatan dapat membantu mencegah TB yang resistan terhadap obat dengan cepat mendiagnosa kasus , mengikuti pedoman pengobatan yang dianjurkan , memonitor respons pasien terhadap pengobatan , dan membuat terapi yakin selesai .

Cara lain untuk mencegah mendapatkan TB yang resistan terhadap obat adalah untuk menghindari paparan pasien TB yang resistan terhadap obat yang dikenal di tempat-tempat tertutup atau ramai seperti rumah sakit , penjara , atau tempat penampungan tunawisma . Orang-orang yang bekerja di rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan dimana pasien TB yang mungkin dilihat harus berkonsultasi pengendalian infeksi atau ahli kesehatan kerja .


Tulisan ini diikut-sertakan dalam Blog Competition:  "Temukan dan Sembuhkan Pasien TB"


Sumber referensi:




Read More

KUNCI KEBERHASILAN PENYEMBUHAN PASIEN TB

Pada saat didiagnosis dirinya sakit TB, kebanyakan pasien TB merasa sangat cemas, khawatir, takut tidak akan sembuh.  Hal-hal yang dipikirkan kemungkinan :  1. Berapa biaya obat untuk kesembuhan karena tidak ada uang?  2.  Caranya untuk sembuh bagaimana? 3. Berapa lama untuk dapat sembuh? Mengapa lama?

Biaya obat:
Tak perlu khawatir karena biaya obat GRATIS:  telah ditanggung oleh pemerintah. Program penyembuhan Tuberkulosis (TB)  adalah program yang dicanangkan pemerintah, Departemen Kesehatan.  Indonesia adalah negara pada urutan ke-4 di dunia untuk penderita TB setelah India,China,Afrika Selatan.  Oleh karena itu pemerintah telah bertekad untuk memerangi dan menghentikan penularan maupun kesembuhan pasien.

Cara untuk sembuh:
Sumber: www.medicalinkgo.wordpress.com

  •  Datang ke Puskesmas atau rumah Sakit, poliklinik. Ada poliklinik khusus untuk TB MDR yaitu RS   Persahabatan Jakarta 
  •  Puskesmas dan Rumah Sakit akan memeriksa dahak dari penderita dalam waktu 2 hari. Metode yang digunakan adalah SPS (Sewaktu Pagi Sewaktu) Sewaktu (S) Sewaktu pasien datang dengan gejala penyakit TB (Hari I);Pagi (P)Dahak  yang dikeluarkan setelah bangun tidur keesokan harinya (Hari II);Sewaktu (S)Sewaktu mengantarkan dahak pagi, pasien akan diminta mengeluarkan dahak terakhir (Hari II)

  • Setelah adanya diagnosa dari dahak, pasien yang disuspect menderita TB  akan diberikan  Obat  penderita TB adalah biasa (OAT: Obat Anti TB), standar dan FDC : Fixed-dose Combination.  FDC berisi kombinasi obat INH,Rimfapisin,Priazinamid,Entambutol.  Jangka waktu pengobatan adalah selama 6 bulan .

  • Pada tahap I –Fase Intensif: obat diminum selama 6-8 bulan.  Dua bulan pertama minum setiap hari

  • Pada tahap II-Lanjutan:    4 bulan berikutnya diminum seminggu 3 X atau setiap hari

  • Apabila terjadi side efect seperti : mual, pusing,sakit perut,sakit pinggang,kesemutan,rasa terbakar, kulit kemerahan/gatal-gatal,vertigo, penglihatan terganggu, mata kuning, urin/air kencing kuning kecokalatan, hentikan pengobatan dan segera minta pertolongan kepada petugas kesehatan terdekat.

  • Memastikan kesembuhan dengan pemeriksaan X ray atau
  • Pemeriksaan LPA/Hain Tes/ Genotype MTBDRplus assay berperan dalam menegakkan diagnose TB MDR/ TB MTPTRO/TB Resisten Obat.


Berapa lama untuk sembuh:

Tentu jika penderita TB menaati dan patuh kepada pengobatan yang dibeirkan selama 6-8 bulan dan tiap 2 tahun memeriksakan dirinya maka kesembuhan akan diperoleh


Mengapa Lama?

Banyak penderita TB tidak sabar, merasa  sudah sembuh ketika badan terasa enak, padahal baru konsumsi obat 3-4 bulan. Malas tiap hari harus ke klinik dan minum obat.

Obat itu diberikan dalam jangka lama karena penyakit Tuberkolosis (TB) adalah merupakan penyakit menular (bukan mematikan). Jika obat hanya dilakukan setengah jalan, maka penyakit TB ini akan menjadi Tuberkulosis Multi Drug Resistant (TB-MDR) yang kebal akan obat.

Akibatnya makin parah, penderita harus mendapatkan obat yang lebih keras lagi karena  kuman Mycobacterium Tb tidak lagi mempan terhadap obat Rifampisin dan Isoniazid, dua obat penting dalam pengobatan TB.
Bukan hanya pengobatan dengan  tingkatannya lebih tinggi lagi, tetapi juga dengan obat yang lebih banyak, waktu penyembuhan yang lebih panjang dan juga efek samping yang lebih kuat. Waktu penyembuhan untuk TB MDR ini adalah 2 tahun, jelas jauh lama dari penyembuhan TB awal 6 bulan.

Kunci keberhasilan untuk dapat sembuh:
1.    Keteraturan dan kepatuhan untuk mengambil dan meminum obat
2.    Kesabaran untuk selalu meminum  sesuai dengan takarannya/resepnya.
3.    Tidak berhenti ditengah jalan karena akibatnya kerugian diri sendiri dan orang lain
4.    Dukungan dari orang-orang, masyarakat terdekat agar tidak menjauhkan atau menyingkirkan mereka yang sakit TB dengan stigma  “orang yang terbuang/yang tak berguna/tak bermanfaat”
5.    Pemeriksaan dahak pertama pada saat sebelum diagnosa
6.    Pemeriksaan dahak ulang pada :      akhir bulan ke-2, ke-5 dan ke-6  pengobatan
7.    Konseling kepada dokter spesilias psikatri,diskusi kelompoik, pertemuan dan rekreasi untuk menemukan motivasi penyembuhan total penyakit TB.







Langkah-langkah yang dapat dilakukan guna mencegah penularan penyakit TB:
1.     Tutuplah mulut pada saat batuk
2.     Jangan meludah sembarangan
3.     Dahak ditampung dala wadah (kaleng, dll) yang di dalamnya diisi dengan air sabun / cairan pembunuh kuman.

Akhirnya, hanya dengan semangat ,ketekunan, keteraturan,kepatuhan untuk MINUM OBAT TB, maka akan diperoleh hidup yang sehat bagi penderita TB.
Mari, tidak ada yang tak mungkin, semuanya mungkin jika ada kemauan dan semangat yang membara untuk hidup SEHAT dari  TB.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Competition:  "Temukan dan Sembuhkan Pasien TB" serial 3:





Sumber referensi:
Read More

TEMUKAN PAK NAWAWI DAN SEMBUHKAN DARI TBC

Kehidupan Aisyah dan ayahnya yang menyedihkan:

Kita semua tersentak mendengar dan melihat tayangan di tv, seorang bocah berusia 8 tahun, Aisyah Pulungan yang merawat ayahnya yang kena TB di atas becak yang menjadi tempat hidupnya. Penderitaan Aisyah sejak bayi.  Dimulai ketika perceraian terjadi antara ayah dan ibunya. Sebelumnya ayahnya adalah seorang supir mobil sayur dari Pematang Siantar ke Pekanbaru. Namun ketika persaingan supir mobil angkot sangat kompetitif menyebabkan sepinya order. Akhirnya, ibu Aisyah, tidak tahan lagi hidup dalam penderitaan. Ia meninggalkan Aisyah yang berusia 1 tahun bersama ayahnya.

Kehidupan tidak membaik, ayah Aisyah, bekerja sebagai tukang becak di kota Medan. Mereka tak bisa membayar kontrakan rumah, jadi mereka tinggal di becak. Malam hari mereka memparkirkan becaknya di Dhea Salon,sekitar 100 meter Masjid Raya Al Mashun. Becak menjadi alat transportasi dan rumahnya. Kondisi kesehatan Muhamad Nawawi Pulungan,ayah Aisyah memprihatikan, dia tak mampu mencari uang dengan becaknya. Lemah, tak berdaya karena penyakit TB menyerangnya. Kurus kering tak memiliki dana untuk membiayai sakitnya, hanya Aisyah satu-satunya penolongnya dalam merawatnya selama setahun.
Aisyah harus meninggalkan sekolah untuk tetap dapat merawat ayahnya.





Kenapa ayah Aisyah dapat menderita TB?
Tuburkulos atau disebut TB adalah suatu penyakit yang dapat menyebabkan kematian.  Hal ini terjadi di Asia,Afrika sejak tahun 2005.  Menurut WHO (World Health Organization), pada tahun 2004 ada banyak kasusu 14,4 juta kasus.  Diantaranya multidrug resistant Tb(MDR) dan TB kasus baru MDR 23,353 kasus. Di Indonesia pada tahun 2006 ada 253,angka kematian 38 dari 100,000 penduduk.   Tb kasus baru adalah MDR Tb 2% , tapi yang baru diobati MDR TB adalah sebesar 19%.

Yuk, kita pengin tahu kenapa kok ayah Aisyah dapat menderita TB.  Kondisi keuangan yang tidak dapat membeli makanan,minuman yang cukup sehat, tentunya membuat tubuh makin tidak mempunyai daya tahan tubuh.  Apalagi pekerjaan Nawawi cukup berat, dari supir berganti menjadi tukang becak.   Kebutuhan nutrisi yang cukup besar untuk menunjak kegiataannya tidak ada sama sekali.   Belum lagi ketika mereka tak memiliki rumah, harus tidur di luar rumah dengan udara malam yang begitu dingin tanpa atap.  Kuman yang disebut Mycobacterium Tuburculosis menyerang Pak Nawawi.  Akhirnya, kondisi tubuh lemah itu hanya dapat terbaring tanpa berbuat apa-apa.

Bagaimana kondisi Aisyah karena merawat ayahnya:

Pak Nawawi sebagai orang yang mempunyai sakit TB, tentunya dapat menularkan kepada anaknya yang setiap hari menjaga dan merawatnya.   Penularan penyakit TBC itu sangat ampuh, dapat ditularkan melalui udara. Ketika Pak Nawawi batuk mengeluarkan dahak, berbicara, bersin maka kuman TB itu dapat menyebar melalui udara. Orang yang didekatnya berjarak sekitar 0-10 meter pun dapat tertular dari kuman  TB atau Bacili.

Apabila diagnosa TB Pak Nawawi adalah TB BTA (Basil Tahan Asam) maka orang yang akan tertular sebanyak 10-15 orang setiap tahunnya.  
Oleh karena itu Aisyah, orang terdekat dengan ayahnya , apalagi Aisyah masih dalam usia produktif harus diperiksa dahak dan paru-parunya.  Kemungkinan Aisyah kelihatannya tidak langsung menderita sakit TB . Tetapi ada kemungkinan bahwa dia kena TB nonaktif (dormain), yaitu kuman TB ada dalam tubuh Aisyah selama bertahun-tahun membentuk dinding-dinding sel seperti lilin tebal. Begitu daya tahan tubuh Aisyah menurun karena sakit atau karena tidak cukup asupan makanan bergizi, maka kuman TB itu akan timbul dan dia terkena sakit TB.

Bagaimana perawatan Bapak Nawawi sebagai penderita TB?

Tentu, sekarang Pak Nawawi sangat beruntung telah ditangani oleh Rumah Sakit Umum Pirngadi Medan. Di sana Pak Nawawi harus diinfus, diberikan obat-obatan TB selama 6-8 bulan yang terus menerus harus diminum.

Sekarang ngga perlu lagi khawatir, Pak Nawawi sebagai penderita TB pasti harus minum OAT. Apa sich OAT?  OAT adalah singkatan dari Obat Anti TBC.   Obat ini diberikan gratis oleh Kementrian Kesehatan , Surat Keputusan Nomor 1190/Menkes/SK/2004 tentang Pemberian Gratis Obat Anti Tuberkulosis.

Loh apakah karena Pak Nawawi saja yang bisa dapatkan obat gratis TB.   Tidak.  Semua penderita TB baik itu di propinsi, kabupaten, kota, desa pasti dapat gratis.  Mengapa gratis? Gratis karena memang ini program pemerintah, semua perencanaan kebutuhan OAT dari kota,provinsi dihitung oleh Tim Terpadu. 
Kebutuhan itu disebut dengan Buffer Stock. Setelah dihitung semua, jumlah totalnya diserahkan kepada Pusat, Kementrian Kesehatan. Lalu, disiapkanlah OAT dan didistribusikan sesuai dengan kebutuhan.

Jadi jangan ragu bukan hanya Pak Nawawi saja yang bisa disembuhkan dari TB, tapi setiap penderita TB bisa sembuh karena adanya obat TB gratis.
Tapi masih ada yang khawatir tentang kualitas OAT yang gratisan itu apa benar-benar terjamin mutunya?   Pasti karena ada 2 cara untuk monitor dan pengujian. Yang pertama yang melakukan pengujian phisik dari OAT adalah petugas dari Depkes. Yang kedua untuk uji mutu OAT adalah uji laboratorium oleh BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan).
Tapi ingat, obat ini harus dengan disiplin dan konsisten diminum hingga 6-8 bulan, tergantung dari resep dokter .

 Deteksi Dini bagi Aisyah:

Aisyah perlu diperiksa di rumah sakit karena dia adalah orang terdekat dengan ayahnya. Siapa tahu, dahak atau kumannya telah menular kepada Aisyah.
Namun, ada deteksi dini yang dapat diberlakukan bagi Aisyah untuk mengetahui apakah dia tertular oleh kuman TB atau tidak.
Cara deteksi dini adalah sebagai berikut:



Gejala TBC antara lain adalah:
  • Batuk terus-menerus dan berdahak kurang lebih 2-3 minggu.
  • Dahak yang keluar terkadang bercampur darah.
  • Demam lebih dari 1 bulan terutama siang dan sore hari.
  • Badan terasa lemah.
  • Berat badan menurun.
  • Nafsu makan berkurang.
  • Dan bila sakit sudah berlanjut, timbul sesak nafas dan nyeri pada dada.
  • Sering berkeringat pada malam hari meskipun tidak melakukan kegiatan.

STOP dan Tanggulangi TB

Bukan hanya Pak Nawawi saja yang bisa kena TB, tetapi kita semua beresiko kena TB. Oleh karena prevalansi dari penyakit TB itu masih juga besar di negara kita.
Pemerintah telah dengan sekuat tenaga memberikan obat gratis. Tapi kita juga tidak mau minum obat gratis karena penyakit ini sangat menular dan membahayakan jiwa penderitanya.
Oleh karena itu, mari kita bersama-sama tanggulangi TB dengan menyelematkan mereka yang sudah menderita TB harus segera diobati dengan OAT, tapi bagi mereka yang belum terkena harus tetap waspada untuk jangan sampai terkena yaitu hidup dan gaya hidup sehat, hindari kuman TB dengan selalu hidup dengan sehat dan asupan makanan yang sehat dan sempurna.

Kebahagiaan Aisyah untuk dapat hidup sehat, bersekolah,berkumpul dengan ayahnya yang sehat adalah kebahagiaan kita semua.

Selamat hidup sehat tanpa TB!   Temukan dan sembuhkan bagi yang telah menderita!

Tulisan ini diikut-sertakan dalam lomba Blog Competition Temukan,Sembuhkan,Pasien TB:
 
 

Read More
Share
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...