SOLUSI TERBAIK DALAM HADAPI RESIKO HIDUP


Masyarakat saat ini masih banyak yang belum memiliki kepercayaan tentang bisnis asuransi.  Anggapan asuransi  adalah  sesuatu yang mahal karena mereka harus bayar premi dan uang premi itu akan hangus jika tak terjadi apa-apa.Bahkan masyarakat belum banyak mengenal dan mempercayai bisnis asuransi karena beberapa kali orang ikut suatu asuransi, ternyata perusahaan asuransinya  bangkrut atau  nyaris hilang tanpa jejak.

Secara fundamental, bisnis asuransi adalah bisnis kepercayaan.  Kepercayaan masyarakat perlu dibangun kembali dengan mengetahui lebih dalam tentang bisnis asuransi.
Awalnya inti dari bisnis asuransi adalah  salah satu produk manajemen resiko yang bertujuan untuk mengurangi resiko finansial karena resiko kehidupan dengan mentransfer resiko tersebut ke sebuah perusahaan.    Di atas telah disinggung  bahwa asuransi memberikan jaminan perlindungan, keselamatan, dan kenyamanan atas terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan.

Tahapan kehidupan itu dapat dicakup dalam tiga tahap.  Tahap pertama: produktif, tahap kedua: golden age dan tahap ketiga adalah : non produktif.  Dalam setiap tahapan dari kehidupan itu ada perubahan kebutuhan keuangan yang perlu diatur. Contohnya  dalam tahap produktif, orang  yang bekerja di perusahaan berisiko untuk keselamatan jiwa dan kesehatan.  Lalu, ketika sudah mapan perlu beli rumah dan mobil.   Dalam tahap golden age, diperlukan persiapan pensiun.  Dalam tahap non produktif diperlukan dana yang cukup besar untuk kesehatan yang menurun. 

Untuk melewati tahapan kehidupan itu dengan baik, perlu adanya perencanaan finansial.  Persiapan dan perencanaan dapat dimulai sejak  kita bekerja.  Sebenarnya mudah membuat balance sheet untuk sebuah keuangan pribadi.  Semua aset (pendapatan suami dan/atau istri, rumah, mobil, isi rumah) dikurangi dengan hutang/kewajiban (kartu kredit, pinjaman bank/insitusi),  menghasilkan net aset.   Dari net aset ini dapat kita gunakan untuk membeli asuransi, atau berinvestasi.

Bayangkan dalam setiap aspek hidup kita ini penuh dengan tantangan dan resiko, apakah itu kematian, kesakitan, kebakaran, kehilangan ,  cacat tubuh, dan sebagainya. Apabila resiko itu tidak kita “cover” dengan asuransi, maka akan banyak orang tiba-tiba akan jatuh miskin apabila harus menanggung semua resiko  sendirian. 

Hidup yang penuh resiko itu perlu ada suatu institusi atau badan yang ikut membantunya dalam mengurangi beban kita.   Bayangkan jika ada seorang suami istri yang baru saja punya rumah baru, dan baru saja menikmati rumah barunya.   Tiba-tiba,  terjadilah suatu “kortsluiting” listrik di rumah barunya.   Api menjilat rumah baru dengan sangat cepat. Tanpa dapat dipadamkan dalam waktu singkat.  Habislah seluruh harta benda, serta rumah yang baru saja dinikmatinya.   Lalu, apa yang dapat diperbuatnya apabila mereka tak punya asuransi kebakaran.  Sudah dirundung malang, harus menambah beban lagi untuk dapat membangun rumah dan seluruh isi perabotnya.

Inilah yang perlu kita cermati sebagai masyarakat .  Hidup perlu mendapat suatu perlindungan atas resiko yang kemungkinan terjadi kapan saja, dimana saja dan oleh siapa saja. 

Apa saja yang perlu kita asuransikan?
Tiap-tiap individu pasti mempunyai kebutuhan asuransi yang berbeda. Namun, secara garis besar setiap individu memiliki kebutuhan primer yang perlu dicover oleh asuransi:

  • Asuransi Jiwa:   menghindari resiko terjadinya hal-hal yang tak diinginkan seperti kecelakaan dan kehilangan jiwa secara mendadak.  Apabila ini terjadi pada seseorang yang menjadi tulang punggung keluarga, dan masih memiliki hutang/pinjaman,  tentu akan membuat keuangan keluarga menjadi porak poranda.
    Sumber: Allianz Indonesia
  • Asuransi Kesehatan:   Saat ini berobat jalan, berobat di rumah sakit, obat-obatan, dokter , adalah biaya yang cukup menguras kantong kita. Jika hal ini terjadi dan tidak ada persiapan untuk asuransi, maka akan membuat keuangan keluarga menjadi sangat mengkhawatirkan.
    Sumber: Allianz Indonesia
  • Asuransi Rumah:  kebakaran adalah sesuatu yang tak bisa diprediksi. Apabila hal itu terjadi dan kita tak memiliki asuransi, maka keuangan kita akan menjadi porak poranda.
    Sumber: Allianz Indonesia
  • Asuransi kendaraan (mobil, motor):   banyaknya kecelakaan, kehilangan  karena pencurian akan membuat kita harus super hati-hati.  Apabila kita tak mengasuransikan, maka  ketika hal itu terjadi, kita akan kehilangan dua kali, kendaraan dan harus membeli kendaraan dengan kantong sendiri.
    Sumber: FinanceNet.org
  • Asuransi Dana pensiun :   Jika perusahaan tempat kita bekerja tidak menyiapkan dana pensiun, sebaiknya kita ikut dalam asuransi dana pensiun.  Agar pada saatnya, kita dapat menikmati pensiun dengan menggunakan dana tersebut.
    Sumber: Allianz Indonesia

Masih banyak produk asuransi yang dapat memberikan perlindungan,kenyamanan,  seperti  asuransi  untuk anak sekolah, asuransi  traveling, asuransi barang berharga.  Berbagai produk ini dapat kita pelajari dengan cermat dan teliti  terlebih dahulu sebelum membelinya. Sesuaikan dengan kebutuhan dan  perhitungkan kembali apakah  hal itu memang cocok atau tidak dengan apa yang kita cari.

Tipe asuransi apa yang tidak ada butuhkan:

Beberapa  asuransi seperti jiwa,kesehatan, rumah, mutlak kita butuhkan.  Tetapi beberapa asuransi yang lain mungkin kita anggap perlu tapi belum dapat tentu diperlukan dalam kenyataannya.   Perlunya kejelian bagaimana membaca produk asuransi dan apakah itu memang diperlukan pada saat klaim diberikan:

  • Asuransi  jiwa hipotik (mortgage):  Jika kita meminjam uang kepada  suatu institusi , misalnya bank, koperasi, biasa bank akan minta kita untuk menghipotikan rumah itu kepada bank/koperasi . Setelah itu ada penawaran dari pihak asuransi yang menawarkan agar mortgage atau hipotik itu juga diasuransikan.    Penawaran ini perlu dicermati, apakah benar penggunannya.   Sebaiknya kita dapat menaikkan “coverage” dari asuransi jiwa kita tanpa harus membeli asuransi jiwa hipotik.

  • Asuransi Travel& Flight: Terjadinya  tumpang tindih untuk “Coverage” yang telah anda siapkan. Misalnya anda telah memiliki asuransi jiwa dan kesehatan, lalu anda akan berangkat ke luar negeri. Ditawarkan untuk membeli  asuransi  travel & flight ketika  menggunakan e-ticket.    Terjadii  “coverage” yang sama atau tumpang tindih antara asuransi travel & flight dengan jiwa dan kesehatan.

  • Asuransi kanker: Seringkali dikatakan untuk membeli asuransi kesehatan diminta untuk menambah premi  untuk “coverage “ penyakit menahun atau  “critical illness”.   Sebaiknya ditinjau kembali karena hampir semua asuransi kesehatan tidak  mengcover critical illness.  Jika mengcover pun ada batasan tertentu. Oleh karena itu  membeli secara khusus asuransi  Kanker tidak ada manfaatnya. 
  • Asuransi JIWA: Sebenarnya kaidah memilih produk asuransi jiwa tidak jauh berbeda dengan memilih produk lain:  -Tidak membeli asuransi jiwa jika tidak diperlukan;   - Jika membutuhkan asuransi jiwa, membeli asuransi jiwa yang memberikan perlindungan yang cukup; - Jika kita bukan tulang punggung keluarga, tidak memiliki hutang, sudah cukup tua dalam arti tidak ada tanggungan anak.


Tipe perusahaan asuransi yang anda butuhkan:

Mudahkah mencari perusahaan asuransi?  Industri asuransi di Indonesia telah berkembang pesat. Baik asuransi sifatnya perusahaan/korporate/kumpulan maupun individual. Produk yang ditawarkan hampir mirip semuanya , asuransi kesehatan (health insurance);  asuransi jiwa (life insurance);   asuransi kombinasi antara jiwa dan investasi,  asuransi berbasis syariah.

Berikut adalah beberapa tips mencermati perusahaan asuransi :
  • Perusahaan asuransi yang paling tepat bagi anda, adalah yang memiliki rekomendasi, produk dan harga yang tepat , dan memiliki track record yang sangat baik  dalam dunia asuransi, berpengalaman,  kapasitas keuangan untuk membayar obligasi atau hutangnya kepada nasabah pada saat jatuh tempo atau membayar klaim sesuai dengan prosedur.   Track record yang sangat baik dapat ditanyakan atau dicari, ditemukan dari  Assosiasi  Perusahaan Asuransi.
  • Perusahaan asuransi itu memiliki RBC atau Risk Base Capital di atas 120%. Ini adalah ketentuan pemerintah untuk mengetahui apakah perusahaan asuransi tersebut sehat atau tidak.Semakin besar solvabilitas sebuah perusahaan asuransi, semakin sehat kondisi finansial perusahaan tersebut.  Lihat sumber referensi keuangan Allianz Indonesia, klik  di sini.
  • Perusahaan asuransi bekerja sama dengan broker, agen, mitra kerjanya .  Apabila  kita sebagai individual mendapat tawaran dari agen , maka check terlebih dahulu apakah yang bersangkutan terdaftar sebagai agen  resmi  dan masih bekerja  aktif sebagai agen.   Dari penawaran harga, produk dan hal-hal lain, sebaiknya dicocokkan dengan harga, produk yang memang dijual oleh perusahaan asuransi  melalui websitenya , jika tak ditemukan dalam website, perlu ditanyakan ke kantornya secara offline.
  • Para agen perusahaan asuransi dapat memberikan penjelasan yang detail dan memadai tentang produk yang ditawarkan. Produk keuangan, khususnya asuransi, mempunyai tampildan dan bentuk yang beragam manfaatnya, walaupun pada dasarnya sama. Jangan sampai terjebak oleh agen  dengan penjelasannya tentang sejumlah benefit yang kelihatannya menguntungkan, namun ketika di klaim tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan , tidak sesuai dengan polis.
  • Perbandingan manfaat.  Setiap polis asuransi mempunyai manfaat yang berbeda.  Berikut adalah faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan ketika  mempertimbangkan polis asuransi yang berbeda:
-     Segi  biaya yang dapat dikurangi  dan batasan  “out of pocket
-    Jumlah uang pertanggungannya
-    Polis asuransi yang sesuai dengan kebutuhan dan penggunaannya
-    Premi asuransi

  • Pastikan tujuan dari pembelian asuransi itu.  Kita harus mengetahui  manfaat asuransi sesuai dengan  apa yang kita  butuhkan itu  (mobil,  rumah, gigi, kesehatan). Beberapa perusahaan asuransi mempunyai kombinasi yang mengcover kedua kebutuhan kita.  Berikan informasi jelas kebutuhan kita supaya perusahaan asuransi dapat menawarkan sesuai apa yang kita butuhkan.
  • Pahami benar apa yang tercover.    Secara rinci baca apa yang tercover dan tidak tercover, syarat-syarat yang lain, syarat yang khusus dari polis tersebut. Di Indonesia khususnya, banyak agen yang tak bisa memberikan contoh polis, mereka hanya memberikan ilustrasi yang bukan jaminan. Sebaiknya diminta contoh polis, dibaca dengan cermat sebelum menanda-tanganinya.
  • Chek  reputasi perusahaan asuransi itu.  Pastikan perusahaan asuransi itu tak terlibat dalam “fraud”, kejahatan keuangan atau hal-hal kejahatan keuangan di masa lalu.
  • Check  kemudahan mencairkan  klaim-klaim adalah hal yang terpenting dalam bisnis asuransi. Apabila proses pencairanan klaim lancar, dan dilayani baik oleh perusahaan sesuai dengan syarat dan kondisinya, maka nasabah akan merasa puas. Syarat-syarat klaim mudah didapatkan.  Contoh dari sebuah perusahaan asuransi terkemuka, Allianz Indonesia,  jadi pilihan pertama dapat dipercaya dalam memenuhi janji-janjinya, pengalaman yang tak terlupakan.
  •  Terakhir yang terpenting,  mengetahui dan memiliki informasi yang cukup mengenai kemampuan dan kinerja perusahaan asuransi. Karena bisnis asuransi adalah bisnis janji, kinerja perusahaan asuransi akan sangat menentukan dalam memenuhi janjinya kepada nasabah. Kita dapat mempelajari salah satu asuransi yang sangat berkomitmen. Sekali lagi, Allianz Indonesia, memiliki solvabilitas yang dapat dipertanggung jawabkan. Data keuangan dapat diakses dengan mudah, transparan dan dipelajari.  Lihat atau klik di sini.
“A ship is always safe at the shore - but that is NOT what it is built for.”
― Albert Einstein

Selalu ada resiko dalam hidup ini, namun, ada solusi yang menyertainya.  Untuk keselamatan, perlindungan dalam mengarungi kehidupan kenapa kita tak mengandalkan asuransi sebagai bagian resiko hidup kita.

Tulisan ini diikut-sertakan dalam Lomba Blog Allianz Writing Competition


Sumber referensi

Read More

SEHAT TULANGKU, HINDARI PENCURI KALSIUM, OSTEOPOROSIS





Setiap  kali bertemu dengan ibu-ibu yang telah menggunakan tongkat, bongkok punggungya.  Timbul pertanyaan: “ Apakah mereka tak peduli atau belum mengetahui  tentang Osteoporosis?”  Kelihatannya mereka masih lebih muda dibandingkan usia sesungguhnya. Deteksi osteoporosis sejak dini sangat disarankan bagi perempuan yang telah menopouse.   Osteoporosis dapat disebut sebagai “silent disease”  penyakit yang tak kelihatan sama sekali.  Tak sakit, tak menderita, tapi begitu terkena, tiba-tiba tulang kita patah dan tidak bisa disembuhkan kecuali harus operasi.  Menakutkan  sekali bukan? 

Apa yang disebut Osteoporosis: 
Berkurangnya massa tulang dan kelainan struktur tulang.  Tulang keropos dan mudah patah.  Ada istilah yang mudah diingat, pencuri i kalsium dalam tulang.

Bagaimana proses terjadinya:
Puncak Masa Tulang baik laki-laki maupun perempuan berada di usia 0-20 tahun.  Faktor-faktor yang dapat   mempengaruhi  masa tulang adalah genetik, nutrisi dan hormon dan gaya hidup.  Genetik  dan hormon  tidak dapat diubah karena sudah terbentuk dan tak mungkin  diperbaiki.  Tetapi untuk nutrisi dan gaya hidup,  faktor yang masih dapat  diubah.


Kebutuhan Kalsium dari bayi hingga tua dapat dilihat di tabel berikut ini:




KATEGORI MILIGRAM KALSIUM
BAYI
Sampai umur 6 bulan 400
6 bulan sampai 1 tahun 600
ANAK-ANAK DAN REMAJA
1-10 tahun 800
11-24 tahun 1200
DEWASA 1000
Wanita hamil 1200
Wanita menyusui 1200
Wanita post menopause 1500
(tanpa terapi sulih hormon)
Wanita post menopause 1000
(dengan terapi sulih hormon)



Kebutuhan nutrisi  kalsium dapat diambil dari makanan sehari-hari seperti, susu, jeruk,keju, pizza, sarden, es krim dan brokoli.

Namun, seringkali ada anak-anak yang tak menyukai susu, sarden, brokoli, perlu ditambahkan makanan kesehatan atau supplemen makanan yang mengandung kalsium , salah satunya  yang terbaik , Sea-Quill CALMAGZINC.
Apabila tabungan kalsium pada Puncak Masa Tulang tidak mencukupi, apalagi jika gaya hidup aktif dan olahraga tak dilakukan, maka setelah menopouse, terjadilah penurunan  masa tulang.   Masa Tulang merosot  itu memudahkan patah tulang tanpa adanya tanda-tanda sebelumnya.

Ayo kita mencegahnya!
  • Secara primer, kita mencega osteoporosis.  Pada usia anak, Nutrisi,pola hidup dan aktifitas  fisik harus dimaksimalkan.  Hasilnya pertumbuhan tulang akan optimal.  Sumber kalsium dari susu, kacang-kacangan, biji-bijian, buah, sayur, ikan dan supplemen.
  • Secara sekunder:  Cegah patah tulang dan perburukan jika sudah terjadi osteoporosis. Kalsium: 1200-1500 mg/hari,  terapi sulih hormon, terapi fisik, khusus.
Manfaat latihan fisik:
Pertumbuhan massa tulang.  Obat: 4-5%  /per tahun;   obat + olahraga :  15% per tahun
Salah satu obat atau supplemen dari osteporosis  yang paling handal dan tepat  adalah Sea-Quill OSTEO-CAL,  mengandung  calcium nitrate (tanpa asam lambung) yang mudah diserap oleh tubuh . Supplemen Kalsium begitu bermacam-macam, yang perlu diingat adalah bukan harganya yang mahal atau murah, tetapi yang mudah diserap oleh tubuh .  Sehingga efektivitas supplemen makanan kalsium itu memang dapat dibuktikan dalam melindungi tulang kita dari kekeroposan.
Dokumentasi Pribadi: Senam Tera

Saya pun sebagai perempuan yang telah menopouse dan telah dalam tahap osteponia, setiap harinya tak pernah melupakan konsumsi  vitamin kalsium, aktif, olahraga senam tera teratur (tiap hari selama 1 jam) dan mengkonsumsi makanan mengandung vitamin D.
Sehat tulangku,  cegah osteporosis  bukan hanya slogan, harus dilakukan dan diimplementasikan sedini mungkin.

TIDAK ADA KATA TERLAMBAT!!! Berusaha sekarang ini!  Ayo kita mulai dengan gaya hidup sehat (berolahraga:  untuk osteo, sebaiknya Tai chi atau senam tera) dan makanan sehat/nutrisi  kalsium sesuai kebutuhan.

Tulisan ini diikut -sertakan dalam Lomba BlogMenulis "SEA-QUILL" 




Sumber referensi:
  • Deteksi  Osteoporosis Sejak Dini, oleh DR.Dr.Lukman Shebubakar, SpOT, (K)
  • INFO Kalsium:   http://info-kalsium.blogspot.com/
  • Sea-Quill OSTEO-CAL:  http://www.sea-quill.co.id/sea-quill-osteo-cal
  • Sea-Quill CALMAGZINC:   http://www.sea-quill.co.id/sea-quill-calmagzinc

Read More

SEKOLAH IMPIANKU: HILANGKAN STRES SISWA DAN ORANGTUA

Ujian terberat bagi saya sebagai orangtua adalah jika anak menghadapi ujian baik itu ujian SMP, maupun SMA.  Saat itu ujian yang dihadapi sudah berbentuk Ujian Nasional  dan Ujian Sekolah.

Sebelum menghadapi  ke-dua ujian, sekolah telah mempersiapkan siswa-i  untuk mempersiapkan dirinya. Persiapan itu dalam bentuk belajar modul-modul dari ujian sebelumnya, dan semua bahan dari kelas I hingga Kelas III.  Luar biasanya banyaknya.  Waktu persiapannya adalah 3 bulan sebelum ujian. Setiap hari anak harus belajar 1 subjek dengan buku yang hampir 10 -12 buku (dari kelas 1 -3).  Total subjek untuk ujian sekolah (12 subjek + 1 untuk ketrampilan) dan untuk ujian nasional 6 subjek. Setiap kali melihat jumlah bukunya saya sudah ingin pingsan, apalagi anak yang harus belajar.

Setiap hari pulang sekolah , anak saya tak bisa istirahat.  Begitu  pulang , langsung belajar dan tanpa henti-hentinya. Bahkan untuk  dapat menguasai pelajaran yang tidak dapat dikuasainya, misalnya matematika, anak perlu pelajaran les .  Les  itu hampir 2-3 jam setelah pulang sekolah.  Istirahat hanya untuk makan malam saja.  Selesai makan malam, belajar lagi, hingga pukul 12.00 – 01.00.   Pukul 5 pagi harus bangun dan menyiapkan diri untuk berangkat ke sekolah pada pukul 6.10.

Phisik anak saya cukup gentar untuk menghadapi ujian itu, tapi mentalnya sering turun menjelang bosannya belajar dan belajar selama hampir 3 bulan.  Saya sebagai orangtua, hanya memberikan dukungan, motivasi dan doa agar dia tetap melanjutkan belajarnya.  Saya katakan ini hanya perjuangan terakhir (padahal perjuangan lain akan menanti).

Hampir tidak saya pahami mengapa  ujian sekolah dan ujian nasional diadakan dengan segala macam hiruk pikuk banyak bahan dan akhirnya menguap tanpa hasil ketika ujian telah selesai?

Pengalaman saya sendiri dulu tak seberat itu.  Untuk menempuh ujian akhir, hanya ada ujian sekolah saja.  Cukup belajar apa yang dipelajari selama 3 tahun dari tahun pertama hingga ketiga.  Tak perlu belajar dari bahan-bahan yang tak pernah diajarkan atau menambah dari bahan yang tak perlu dipelajari.

Menilik tujuan diadakan Ujian Nasional (UN) | Menurut Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 153/U/2003 Tentang Ujian Akhir Nasional Tahun Pelajaran 2003/2004 bahwa tujuan dan fungsi ujian nasional seperti yang tercantum dalam SK Mendiknas 153/U/2003 yaitu:
  • Tujuan Ujian Nasional (Pasal 2):
  • Mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik.
  • Mengukur mutu pendidikan di tingkat nasional, propinsi, kabupaten/kota, dan sekolah/madrasah.Mempertanggungjawabkan penyelenggaraan pendidikan secara nasional, propinsi, kabupaten/kota, sekolah/madrasah, dan kepada masyarakat.

Pemerintah memang sangat concern untuk menerapkan ujian nasional sejak 2013 dengan alasan agar standar kelulusan siswa untuk seluruh Indonesia itu akan sama.

Namun, keraguan saya sebagai ibu /orangtua bagaimana Ujian Nasional dapat dijadikan satu-satunya parameter/patokan untuk semua sekolah di seluruh Indonesia  , padahal kondisi sekolah, guru di satu daerah berbeda dengan daerah lain berbeda ( Jakarta  vs  Papua).

Akibatnya hanya suasana stres menghampiri seluruh siswa-siswi yang akan ujian nasional  Dampaknya ada yang bunuh diri, ada siswa/i mencoba melakukan hal-hal yang tak  baik seperti membeli  dan mencari soal-soal ujian, bahkan menyontek pada saat ujian.

Sistem Pendidikan di Indonesia:



Impian saya agar Menteri Pendidikan tidak lagi memaksakan untuk terus melanjutkan Ujian Nasional  dan menerapkan Kurikulum 2013 yang tak bermanfaat bagi siswa/i karena persiapannya sangat tidak matang (guru yang tak mempunyai kemampuan untuk mempelajari bagaimana menerapkan kurikulum itu kepada muridnya dan bahkan buku-buku kurikulum 2013 belum merata didistribusikan ke sekolah-sekolah).   Isi dari kurikulum itu masih berdasarkan :  Isi (content);  hafalan (memory).




Impian saya agar menerapkan Reformasi Pendidikan yang kuat dan sukses seperti yang dilakukan oleh Sistem Pendidikan di Finlandia yang terbaik di dunia dan menghasilkan test PISA yang tertinggi di dunia:


  • Guru yang profesional  untuk selalu melihat kelemahan dari anak-anak yang tidak dapat memahami materi .  Dukungan individual dan bantuan extra  Guru kepada murid diterapkan.
  • Intervensi awal:  Guru terus memonitor kelompok kecil dari murid yang diajarnya.  Jika ada masalah, segera dievaluasi, dibicarakan dengan mentor senior dan SEGERA diberikan solusinya.
  • Manfaat bagi siswa/i:   jumlah anak yang diajar dalam jumlah kecil sekitar 7/8 anak, anak yang pandai maupun tidak pandai dijakan dalam satu kelas,  tidak dibedakan anak yang kaya atau miskin, tetapi diperhatikan mana yang mendapat kesulitan.
  • Pendidikan yang khusus:   Tanpa pembayaran, tanpa transportasi karena letak sekolah dekat dengan rumah,  nutrisi yang terjamin selama di sekolah, musik sesuai dengan talenta.
  • Orangtua yang diberikan fasilitas dengan  buku-buku yang  mengajarkan bagaimana proses learning 
  • Isi dari kurikulum yang dikembangkan oleh guru dan terus dievalusi untuk pengembangan selanjutnya, berdasarkan pemikiran dan evaluasi dan solusi  bukan hanya semata-mata berdasarkan hafalan atau isi dari materi.
Indonesia tertinggal Kualitas Sumber daya Manusia yang menjadi Sumber daya yang menjadi kunci pertumbuhan berkelanjutan.  Ini saatnya kualitas manusia di Indonesia direformasi melalui pendidikan.

Tulisan ini diikut-sertakan dalam Lomba  GA:   "Sekolah Impian"




Sumber Referensi:


Read More

SEKOLAH IMPIANKU: KUALITASNYA, BUKAN HARGANYA

Bagi saya sebagai orangtua seorang anak perempuan tunggal, memasukkan anak mulai dari pre-school, SD, SMP dan SMA adalah suatu perjuangan berat.

Berbagai macam sekolah ditawarkan, mulai dari sekolah nasional “plus”, SBI (Sekolah Bertaraf Internasional) dan RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional), atau sekolah swasta agamis. 
Kualitas sekolah bukan hanya dilihat dari gedungnya yang mewah, baru, besar, tetapi perlu adanya jaminan bahwa fasilitas, guru, suasana belajar serta lingkungan sekolah yang memadai.

Namun, dibalik sebuah impian untuk sebuah sekolah yang “baik” selalu tersembunyi adanya kewajiban orangtua untuk tidak hanya melihat label sekolah “bagus” dan “tidak bagus”.  Suatu hal yang tak dipungkiri, setiap sekolah yang dikatakan “bagus” itu  berarti mahal untuk uang pangkal dan uang sekolahnya.  Cukup membelalakkan mata bagi seorang karyawati seperti saya.  Apakah mampu menyekolahkan anak ke sekolah yang “bagus” tetapi “mahal” harganya. 

Sebuah dilematis, keinginan untuk pendidikan di Indonesia, khususnya di Jakarta sebuah kota metropolitan dimana pemerintahnya hanya menyerahkan pengelolaan biaya sekolah diserahkan kepada sekolah swasta, SBI, RSBI.  Pemerintah tidak menjamin pendidikan di sekolah  diatas tidak mahal kecuali sekolah negeri yang mendapat dana dari pemerintah yang dinamakan dana “Boss”. 

Prosedur penerimaan sekolah pun swasta maupun SBI, RSBI, apalagi di negeri menjadi momok berat bagi saya sebagai orangtua. Selain harga yang mahal, penerimaannya pun harus melalui saringan yang berat melalui berbagai test.  Sekolah favorit baik itu swasta maupun negeri menjadi target dari semua orangtua.  Alhasil, saingan pun makin banyak dan berat.  Di sekolah negeri Pemerintah memang telah menentukan sistem rayon, artinya calon siswa harus mendaftar di sekolah tempat terdekat dengan rumahnya. Namun, dengan berbagai alasan, orangtua mampu menyulap mencari segala cara agar anaknya tetap bisa terdaftar di sekolah favorit.

 Label “bagus” terpaksa saya lepaskan karena setelah menggali lagi lebih dalam lagi bahwa “bagus” tapi mahal itu ternyata bukan jaminan bagus kualitasnya. Explorasi mutu dari sekolah saya lakukan dengan berbagai cara.

Pengalaman saya dalam explorasi sekolah yang saya pilih untuk TK:
Apakah Anak-anak Bekerja Bersama atau Sendiri-sendiri?
Apakah semua anak mengerjakan projek atau kegiatan yang sama pada waktu bersamaan? Apakah minat individual diakomodasi? Akankah gaya belajar anak kita sesuai dengan ancangan sekolah ini? Bagaimana anak-anak memutuskan apa yang harus dilakukan ketika mereka ingin melakukannya, dan dengan siapa?

Menimbang Guru dan Staf Sekolah
Apakah mereka tampak bahagia dan senang, atau bosan?  Berapa tingkat turnover (jumlah karyawan yang keluar setiap tahun) staf di sana, dan sudah berapa lama para guru mengajar atau menjalankan program di sana.

Seberapa Lama Anak-anak Bermain?
Anak  membutuhkan ruang yang cukup lega untuk berlarian dan cukup waktu untuk bermain. Mereka membutuhkan banyak kesempatan untuk bermain aktif dan imajinatif.  Saya cermati permainan macam apa yang dibolehkan dan didukung agar dimainkan anak-anak di sana.

Bagaimana Keterlibatan Orangtua di Sekolah?
Apakah ada organisasi orangtua yang aktif? Apakah orangtua bisa menjadi relawan di kelas? Kalau kita menjadi sukarelawan, kegiatan macam apa yang bisa dibantu orangtua? Dan akankah kita menyelesaikannya bersama anak kita?

 Komunikasi Informasi
Bagaimana informasi dari sekolah dikomunikasikan kepada orangtua? Apakah para guru dan staf administrasi terus memberi informasi orangtua? Apakah ada berkala (koran, majalah, dll) yang baik? Apakah Anda dikirimi e-mail berisi informasi terbaru dari sekolah? Sebaliknya, bisakah kita menyurati atau mengirim e-mail kepada para guru? Seberapa sering kita  bertemu dengan guru anak-anak kita?

 Mengatasi Masalah Sosial-Emosional
Bagaimana sekolah menangani persoalan-persoalan sosial dan emosional anak-anak? Apakah staf sekolah membantu anak-anak mengatasi konfliknya? Apakah masalah-masalah seperti berkelahi, melempar, dan menggigit diatasi? Adakah pertemuan kelas? Apakah sekolah ini memiliki pendekatan khusus dalam mengajarkan kecakapan sosial-emosional?

Seperti Apa Kebijakan Disiplin Sekolah Ini?
Banyak sekolah memiliki aturan disiplin yang cukup spesifik, mulai dari ‘menyetrap’, bertemu dengan guru atau kepala sekolah, sampai dikeluarkan dari sekolah. Apa yang terjadi selama disetrap? Apakah anak duduk sendiri atau bersama seorang guru? Apakah anak dihukum karena perilaku yang tidak tepat (hindari cap ‘nakal’) – dan bagaimana ketidaklayakan ini dibicarakan? Apakah orangtua dan guru bersama-sama mengatasi masalah ini? Tanyakan secara spesifik dan pertimbangkan apakah cocok bagi anak kita dan kita sendiri.

Akreditasi Sekolah
Sekolah-sekolah negeri harus memenuhi syarat yang telah ditetapkan pemerintah.  Sekolah swasta dan tempat penitipan anak mendapat akreditasi tambahan dari organisasi pusatnya maupun asosiasi, seperti Persatuan Guru (PGRI, PGTK).

Minta Jadwal Belajar
Bagaimana struktur hari belajar? Apakah jadwalnya sesuai dengan kebutuhan intelektual, sosial, fisik dan emosional anak saya? Apakah hari sekolah dibagi menjadi banyak pelajaran berbeda atau satu aktivitas yang mengalir pada kegiatan berikutnya?

Kebijakan Anak Sakit
Bagaimana sekolah menangani anak yang sakit? Bolehkah anak yang pilek tetap datang sekolah, tetapi anak yang demam tidak boleh? Seberapa lama anak bebas demam sebelum boleh kembali sekolah?

Keamanan
Apakah ruang sekolah ini aman? Apakah memenuhi syarat keamanan? Apakah ada rencana evakuasi jika terjadi bencana?

Kenalan di Sekolah yang Sama
Apakah saya bisa memperoleh nama-nama orangtua lain yang anaknya bersekolah di sini? Kalau saya dapat rekomendasi dari orangtua lain yang anaknya sekolah ditempat itu.

Agar anak saya  tidak kehilangan kesempatan untuk tidak bersekolah, terpaksa mendaftar di dua tempat. Prioritas pertama adalah sekolah yang mutunya “bagus” dan sesuai dengan kantong saya sebagai karyawati dan hasil explorasi diatas.  Lalu, pilihan kedua adalah sekolah yang masih dalam standar.
Setelah pendaftaran,  anak pun harus mengikuti berbagai test kemampuan,  test psikologi dan terakhir adalah uang sumbangan atau SPP yang telah ditentukan jumlahnya cukup mahal.

Kewajiban saya sebagai orangtua  seperti diatas seharusnya tidak perlu direpotkan apabila negara juga memenuhi sistem pendidikan di Indonesia tidak dikotak-kotakkan Nasional Plus, SBI, RSBI ,Swasta, Negeri,  tidak ada lagi  label sekolah ‘bagus’ atau ‘favorit’’ dan ‘tak bagus’ karena semua sekolah harusnya dijamin pemerintah kualitasnya.

Indonesia menganut ideologi Pancasila? Yang di dalam butir silanya, menyatakan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia? Keadilan apa? Bila di dalam mengenyam pendidikan saja ada jurang yang curam antara ‘orang berduit’ dengan yang ‘tidak berduit’. Untuk mendapat pendidikan, rakyat harus berjuang untuk menjadi “berduit’.

Sistem Pendidikan di Indonesia;


Di negera-negera maju seperti Australia, German, Belanda, Pemerintahnya telah membebaskan biaya pendidikan mulai jenjang pendidikan dasar hingga sekolah menengah atas di sekolah negeri (public school). Bahkan sistem pendidikan di Finlandia pun menjadi acungan jempol sistem pendidikan yang terbagus di dunia.

Reformasi Pendidikan yang kuat dan sukses di Finlandia.

Lihat video berikut ini merupakan kebijakan dan langkah praktis dari sistem edukasi yang menghasilkan test PISA yang tinggi dan bertaraf internasional.

 Suasana yang informal dan relax, bangunan bersih tidak harus mewah, kegiataan “outdoor” menghilangkan stres, tidak ada PR, kegiatan musik sebagai hobi, guru yang handal dalam pengeritan secara konsep, pedagogik, dan “problem solving and evaluation” untuk semua kegiatan.

Indonesia tertinggal Kualitas Sumber daya Manusia yang menjadi Sumber daya yang menjadi kunci pertumbuhan berkelanjutan.  Ini saatnya kualitas manusia di Indonesia direformasi melalui pendidikan.

Tulisan ini diikut-sertakan dalam Lomba GA "Sekolah Impianku":


Sumber referensi:
Read More
Share
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...